Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai tema kultur sekolah yang mana merupakan sebuah tugas dari mata kuliah magang 1, dengan Ibu Farninda Aditya M.Pd sebagai dosen pengampu mata kuliah ini. Bacaan atau rujukan yang saya ambil merupakan sebuah jurnal yang membahas tentang peran kultur sekolah dalam membangun prestasi siswa.
Berbicara mengenai kultur mungkin sudah tidak asing lagi di dengar oleh kita, apalagi kita ini yang merupakan seorang pelajar. Lebih spesifiknya dari segi bahasa, kultur berasal dari bahasa Inggris yaitu culture yang bearti mengolah atau mengerjakan, dan menurut istilah kultur dapat di artikan sebagai pola pikir, kepercayaan, dan semua karya serta semua pemikiran yang sesuai dengan kondisi suatu masyarakat atau pun penduduk. Simpel nya kultur ini lebih di kenal dengan sebutan budaya, dan dari sini kita sudah bisa mendapat sebuah gambaran atau pandangan mengenai kultur tersebut, apalagi di pembahasan kali ini mengenai kultur sekolah, jadi sudah di pastikan bahwa pembahasan kali ini menyangkut budaya yang ada di dalam sekolah, baik itu budaya yang berdampak positif ataupun budaya yang berdampak negatif, yang tentunya kedua hal tersebut tidak bisa terlepas dari budaya itu sendiri.
Ya, mungkin yang sering kita ketahui hanyalah budaya daerah yang memiliki kedua dampak tersebut. Namun budaya sekolah juga memiliki hal yang sama positif juga negatifnya, nah dari bacaan sebuah jurnal oleh Novita Wulansari dan Prof. Dr Farida Hanum, M.Si, yang menurut saya sangat menarik, yaitu ketika beliau menuliskan mengenai peran kultur sekolah dalam membangun prestasi siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta. Saat membaca jurnal tersebut pemikiran pertama saya ialah ini merupakan dampak positif dari kultur sekolah itu, yang di dalamnya di katakan kultur sekolah mendukung terciptanya motivasi berprestasi untuk para siswa di sekolah, yang mana sasaran objek tersebut ialah peserta didik diberikan kesempatan yang sama dalam mengasah bakat, minat, keterampilan, dan pengetahuan yang telah diperoleh selama berada di sekolah. Dan mengenai kultur sekolah ini tentunya memberikan andil atau perannya sendiri dalam meningkatkan mutu sekolah.
Dan disini beliau membahas kultur sekolah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta dan di sekolah itu menerapkan sebuah nilai-nilai yang baik, seperti nilai kedisiplinan, nilai berprestasi, nilai kebersihan, nilai religius, dan nilai pendukung. Yang mana nilai-nilai tersebut memiliki fungsinya masing-masing seperti contoh. Misalkan nilai kedisiplinan, bagaimana mengajarkan para peserta didik untuk menerapkan disiplin datang ke sekolah dengan tepat waktu, dan berpakaian dengan berseragam rapi. Kemudian adanya nilai religius, dimana para siswa diajarkan agar dapat mencerminkan kepribadian sesuai dengan nilai-nilai religius.
Nah hal tersebut di tanamkan kepada para peserta didik nya, sehingga menjadi budaya yang baik yang dapat di terapkan dan bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya, ya walaupun setiap sekolah tentunya memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Dalam jurnal tersebut implementasi yang ada seperti nilai-nilai diatas, terdapat nilai-nilai yang di kembangkan oleh sekolah dalam mendukung para peserta didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta untuk dapat berprestasi. Dan nilai-nilai tersebut tidak muncul begitu saja, melainkan ada usaha untuk membudayakannya kepada para peserta didik. Nilai-nilai tersebut di sosialisasikan terlebih dahulu ke semua warga sekolah. Proses sosialisasi nilai-nilai yang dimiliki oleh sekolah, lama-kelamaan akan menginternalisasi di dalam kehidupan sekolah dan menjadikannya sebuah kultur yang berperan dalam membangun prestasi siswa.
Dengan kultur sekolah yang seperti ini merupakan contoh dari kultur sekolah yang berdampak positif yang mana nantinya menciptakan sebuah persepsi yang baik atau penilaian yang baik dari masyarakat terhadap sekolah tersebut, karena dikatakan juga (dalam jurnal tersebut) sekolah-sekolah yang memiliki kultur yang baik akan mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Karena apa? karena dengan adanya apresiasi yang baik, dan penilaian yang baik dari masyarakat setempat membuat sekolah tersebut menjadi terkenal dan dikenal sebagai tempat yang baik sehingga dapat menarik minat para masyarakat dan mendapat pengakuan dari masyarakat yang mana nantinya mereka para orang tua tersebut tidak ragu untuk membawa dan menyekolahkan anaknya ke sekolah itu, karena sudah mendapatkan persepsi yang menyatakan bahwa sekolah tersebut baik, unggul, dan berkualitas.
(DjMar 2014) mengatakan bahwasannya kultur sekolah yang positif dapat memperbaiki kinerja sekolah, membangun komitmen warga sekolah, serta membuat suasana kekeluargaan, kalau berasi ketahanan belajar semangat terus maju dorongan, bekerja keras dan tidak mudah mengeluh. Dan mengenai hal di atas telah memperlihatkan kondisi kultur sekolah yang positif tersebut dan dapat mendukung proses siswa dalam berprestasi dan program sekolah dalam membantu sekolah menemukan bakat atau potensi yang dimiliki siswa. Nah dapat kita simpulkan disini bahwasannya kultur sekolah yang telah memberikan dampak positif bukan hanya memberikan dampak positif nya tersebut kepada masyarakat setempat namun juga berdampak pada peserta didik dan sekolah itu sendiri.
Nah itulah perbincangan hangat dari saya mengenai kultur sekolah , di dalam sebuah jurnal "Peran Kultur Sekolah dalam Meningkatkan Prestasi Siswa di Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta". Tentunya sekolah-sekolah diluaran sana memiliki kebudayan yang sama hal nya untuk meningkatkan mutu Sekolah dan ingin mendapatkan apresiasi yang baik dari kalangan masyarakat juga. Tak ada salahnya jikalau kita ingin mengulik bagaimana kebudayaan suatu sekolah tersebut, menelaah dan memilah bagaimana kultur sekolah tersebut apakah berdampak positif nya besar ketimbang dampak negatif atau malah sebaliknya. Hanya saja yang perlu diperhatikan, setiap sekolah pastinya tidak akan mungkin membuat sebuah kultur sekolah yang buruk, dan pastinya dalam pembuatan kultur sekolah tersebut menginginkan hal baik. Sehingga kita juga tidak bisa langsung menjudge sekolah itu buruk, dan seperti yang sudah di sampaikan diatas bahwa sebuah kultur sekolah tidak hanya berdampak bagi masyarakat setempat namun juga bagi peserta didik dan sekolah itu sendiri. Baiklah sekian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat terimakasih....
Komentar
Posting Komentar