Pada sebelumnya kita telah membahas mengenai strategi pembelajaran, kini kita akan membahas tentang sistem evaluasi. Apa saja pengertian, fungsi, tujuan dari sistem evaluasi tersebut akan kita bahas satu-persatu guna untuk menambah wawasan kita mengenai sistem evaluasi.
Menurut Wikipedia, Evaluasi ialah berasal dari bahasa Inggris yaitu "Evaluation" yang memiliki arti sebagai penaksirsan atau penilaian. Nurkanca menyatakan bahwasannya evaluasi adalah sebuah kegiatan yang dilakukan berkenaan dengan proses untuk menentukan nilai dari suatau hal. Untuk dapat melaksanakan suatu penilaian perlu melakukan pengukuran terlebih dahulu, sedangkan pengukuran tidak akan mempunyai makna tanpa melakukan penilaian. (Arikunto: 2002). Dan evaluasi ialah sebagai suatu alat untuk mengumpulkan informasi tentang sistem pendidikan. Mengevaluasi pendidikan ialah mengumpulakan informasi agar terhadap pendidikan tersebut dapat diambil tindakan. (Stufflebean, 1971) Hasilnya di perlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. (Groundlund dan Linn (1990)).
Nah itulah pengertian dari evaluasi, dapat di simpulkan bahwasannya evaluasi merupakan subuah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang kinerja sesuatu (metode, manusia, peralatan) yang mana informasi tersebut akan di gunakan guna menentukan alternatif terbaik dalam membuat keputusan. Setelah mengetahui pengertian dari evaluasi, kemudian kita lanjutkan dengan apa fungsi dari evaluasi ini. Untuk diagnostik dan pengembangan. Hasil evaluasi menggambarkan kemajuan kegagalan dan kesulitan masing-masing siswa. Untuk seleksi, hasil evaluasi dapat digunakan dalam rangka menyeleksi calon siswa dalam rangka penerimaan siswa. Untuk memenuhi usia, tertentu perlombaan hasil evaluasi yang digunakan untuk menetapkan siswa mana yang memenuhi syarat untuk memasuki usia tertentu misalnya usia Junior dan senior dengan batas umur yang telah ditentukan. Untuk penempatan, para siswa atlet yang memiliki prestasi bisa dipersiapkan untuk event yang lebih tinggi misalnya event nasional atau event internasional.
Fungsi evaluasi dapat dibedakan menjadi dua yakni fungsi hasil belajar dan fungsi evaluasi hasil pengajaran. Evaluasi hasil belajar antara lain: Fungsi Formatif, evaluasi yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung dapat memberikan informasi yang berupa umpan balik bagi guru maupun bagi siswa, dan Fungsi Sumatif dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar, tes sumatif biasanya dilakukan pada akhir program pengajaran misalnya pada tengah semester, akhir semester, dan akhir tahun ajaran. (Haris dan Jihad 2013). Sedangkan fungsi evaluasi program pengajaran adalah sebagai berikut. Laporan untuk orang tua siswa, evaluasi yang di selenggarakan sekolah perlu adanya laporan untuk orang tua siswa, Oleh karena itu pelaporan harus dapat mudah dipahami, bersifat objektif dan harus mengembangkan tingkat pencapaian siswa laporan tersebut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pernyataan lulus atau belum lulus, dan dengan nilai siswa. Laporan untuk siswa selain untuk orang tua siswa, dan guru harus juga membuat laporan untuk sekolah sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya proses pembelajaran. Oleh karena itu pihak sekolah berkepentingan untuk mengetahui catatan perkembangan peserta didiknya, dalam operasionalnya pelaporan untuk sekolah lebih berorientasi dalam membangun penguatan siswa dalam mengadakan remedial, mengadakan pengayaan, perbaikan pembelajaran yang dilakukan guru penelitian yang kerja guru oleh Kepala Sekolah. Laporan untuk masyarakat, laporan kegiatan pembelajaran pada masyarakat merupakan hal yang juga penting untuk dilakukan oleh pihak sekolah karena dapat meyakinkan upaya-upaya yang telah dilakukan sekolah dalam meningkatkan pembelajaran. Itulah fungsi dari evaluasi.
Tujuan evaluasi adalah untuk mengumpulkan data dan membandingkannya dengan standar tujuan yang ingin dicapai, sehingga bisa dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan. Kemudian pedoman penilain Depdiknas (2001) menyatakan bahwa tujuan penilaian adalah untuk mengetahui kemajuan belajar siswa, untuk perbaikan, dan peningkatan kegiatan belajar siswa, mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan atau kesulitan belajar siswa, serta sekaligus memberi umpan balik untuk perbaikan kegiatan belajar. Penilaian secara sistematisndan berkelanjutan untuk: menilai hasil belajar siswa di sekolah, mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat dan mengetahui mutu pendidikan di sekolah.
Prinsip evaluasi sistem penilaian dalam pembelajaran yaitu:
(1) Kontinuitas
Prinsip evaluasi pembelajaran yang pertama yaitu harus dilakukan secara kontinu atau berkelanjutan sehingga terlihat keberhasilan antara kegiatan sebelumnya dan setelah melakukan evaluasi, dengan melakukan evaluasi secara kontinu guru juga dapat melihat perkembangan peserta didik dengan melihat kemajuan hasil belajarnya.Umumnya proses evaluasi terus dilakukan selama kegiatan pembelajaran itu juga dilakukan agar guru dan sekolah bisa memberikan hasil yang terbaik setiap masanya.
(2) Komprehensif
Komprehensif artinya evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh untuk menilai beberapa aspek di dalamnya seperti aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik. Pasalnya tidak jarang beberapa guru yang hanya memperhatikan aspek kognitif atau pengetahuan siswa, padahal seluruh aspek penilaian berperan besar dalam evaluasi pembelajaran.
(3) Kooperatif
Umumnya proses evaluasi pembelajaran harus dilakukan dengan berkoordinasi dengan berbagai elemen untuk mengembangkan siswa mulai dari guru mata pelajaran, guru wali kelas, kepala sekolah, orang tua, hingga petugas administrasi, bahkan evaluasi juga harus melibatkan siswa itu sendiri. Hal ini bertujuan agar seluruh elemen yang terlibat dalam evaluasi pembelajaran merasa dihargai karena sudah berkontribusi langsung atau mengikuti kerjasama yang dilakukan.
(4) Objektif
Untuk mendapatkan hasil evaluasi yang baik maka proses evaluasi tersebut harus dilakukan secara objektif, artinya faktor-faktor subjektif seperti hubungan guru dengan siswa, kedekatan guru dengan siswa, faktor perasaan tidak tega dan lainnya tidak boleh dimasukkan dalam proses evaluasi, siswa tersebut belum mendapatkan nilai yang baik artinya guru harus memberikan catatan untuk memotivasi siswa dan memberi penilaian secara objektif untuk mengukur pengetahuan siswa.
(5) Praktis
Prinsip evaluasi pembelajaran selanjutnya harus dilakukan secara praktis artinya tidak memakan biaya, waktu, dan tenaga yang banyak. Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan pada guru dalam menyusun instrumen, prinsip evaluasi yang satu ini juga bukan hanya memberikan kemudahan pada suatu guru tetapi oleh seluruh guru, bahkan dirasakan oleh sekolah seiring dengan kemudahan atau kepraktisan evaluasi pembelajaran jangan sampai menghilangkan esensi evaluasi pembelajaran itu sendiri yaitu untuk mencapai tujuan belajar dan menciptakan pembelajaran yang lebih optimal.
Nah itulah tadi pembahasan megenai sistem evaluasi, semoga bermanfaat sekian terimakasih.
Komentar
Posting Komentar